Enmicron Lab

AntiVirus and Security Software Solutions For Your Digital World

Arsip untuk ‘Astronomi’ Kategori

Berisi tentang kumpulan artikel luar angkasa.

2011, Pengguna Internet Kalahkan Pembaca Koran

Posted by enmicronlab pada September 28, 2009

Komputer Vs Koran

Tahun ini, konsumen media di Amerika Serikat diprediksi akan menghabiskan lebih banyak waktu mereka untuk mengakses Internet daripada membaca koran, pergi menonton film ataupun mendengarkan musik. Demikian dikutip Reuters.

Proyeksi ini merupakan bagian dari penelitian terbaru perusahaan Veronis Suhler Stevenson (VSS). Mereka menunjukkan pada para pengiklan untuk memperhatikan perubahan kebiasaan konsumen serta berinvestasi lebih banyak dalam perdagangan di ranah digital.

Tahun lalu, dua media iklan yang paling utama adalah koran, dengan belanja iklan US$55,7 miliar ($1 = Rp 9275, sumber: detikcom) diikuti televisi dengan jumlah uang iklan US$ 48,7 miliar. Namun pada tahun 2011, Internet diperkirakan bakal Baca Selengkapnya

Ditulis dalam Astronomi | Bertanda: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

10 Pemecahan Rekor di Didang Teknologi

Posted by enmicronlab pada September 26, 2009

Pemecahan rekor di dunia teknologi berkisar pada yang lebih cepat dan kapasitas yang lebih besar. Apa saja 10 pemecahan rekor di dunia teknologi yang terjadi sekarang ini? Berikut daftarnya:

1. Penyedia layanan internet wireless terbesar
DoCoMo di Jepang dengan 45 juta pengguna
Guinness World Record: Ya, tahun 2006

2. Rekor kecepatan internet di tanah
Rekor kecepatannya adalah pada kecepatan 7.67 Gbps yang dibuat pada tahun 2007 oleh University of Tokyo
Guinness World Record:Tidak

3. Penyebaran virtualisasi terbesar
Penyebaran Userful dan ThinNetwork dengan rekor 356,800 thin client di Brasil
Guinness World Record:Tidak

4. Konser di internet yang paling banyak ditonton
Siaran web Madonna di MSN pada tahun 2000 dengan mencatat kehadiran 11 juta penonton virtual
Guinness World Record: Ya

5. Prosesor desktop tercepat
Intel Core i7
Guinness World Record:Tidak

6. Gudang penyimpanan data terbesar
Sybase IQ analytics server
Guinness World Record: Ya, tahun 2008

7. Media switch dengan kapasitas tertinggi
Steelbox, digunakan untuk pengawasan, mendukung 512 video feed secara simultan.
Guinness World Record:Tidak

8. Superkomputer tercepat
IBM Roadrunner
Guinness World Record:Tidak

9. Ponsel paling ringan di dunia
Modu (modumobile.com) dengan berat hanya mencapai 40 gram
Guinness World Record:Tidak

10. Satelit komunikasi terbesar
Satelit TerreStar-1
Guinness World Record: Sedang dalam proses

Ditulis dalam Astronomi | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

‘Perang’ Angkasa Google vs Microsoft Memanas

Posted by enmicronlab pada Maret 25, 2009

Seattle – Baru bulan lalu Google menghadirkan fitur untuk mengeksplorasi planet Mars secara online via Google Earth. Microsoft tampaknya gregetan sehingga mereka coba menyaingi Google dengan meningkatkan jumlah konten di layanan onlinenya yang juga bisa dipakai menjelajah angkasa via web, Worldwide Telescope.

Seakan tidak mau kalah dengan Google, Microsoft juga coba menghadirkan data data terbaru dari planet merah Mars. Dikutip detikINET dari VentureBeat, Rabu (25/3/2009), Microsoft menggandeng lembaga antariksa NASA untuk menyediakan data-data dan gambar angkasa tersebut.

‘Perang’ angkasa antara Google dan Microsoft tampaknya memang bakal terus sengit. Tidak hanya sebatas Mars saja, mereka juga berlomba-lomba mengeksplorasi area-aea lainnya di antariksa.

Microsoft sudah berencana untuk menggelontorkan lebih banyak data dan gambar resolusi planet-planet lainnya, termasuk juga bulan. Google lebih dulu punya banyak data serupa yang tersedia di Google Moon dan Google Sky.

Dengan demikian, siapa yang bakal jadi pemenang barangkali ditentukan siapa yang mampu menghadirkan konten paling bagus. Microsoft tampaknya amat serius soal ini. Sebab dalam kesepakatan terbaru dengan NASA tersebut, mereka berhak memperoleh akses data sebesar 100 terabytes.

“Membuat data astronomi NASA dapat diakses publik merupakan prioritas besar kami,” papar Ed Weiler dari NASA mengenai kesepakatan dengan Microsoft itu.

Ditulis dalam Astronomi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Trio dari galaksi Mix

Posted by enmicronlab pada Maret 4, 2009

Hubble image of trio of galaxies

Release No. STScI-2009-10
Image Credit: NASA, ESA, and R. Sharples (University of Durham)

Though they are the largest and most widely scattered objects in the universe, galaxies do go bump in the night. The Hubble Space Telescope has photographed many pairs of galaxies colliding. Like snowflakes, no two examples look exactly alike. This is one of the most arresting galaxy smash-up images to date.

At first glance, it looks as if a smaller galaxy has been caught in a tug-of-war between a Sumo-wrestler pair of elliptical galaxies. The hapless, mangled galaxy may have once looked more like our Milky Way, a pinwheel-shaped galaxy. But now that it’s caught in a cosmic Cuisinart, its dust lanes are being stretched and warped by the tug of gravity. Unlike the elliptical galaxies, the spiral is rich in dust and gas for the formation of new stars. It is the fate of the spiral galaxy to be pulled like taffy and then swallowed by the pair of elliptical galaxies. This will trigger a firestorm of new stellar creation.

If there are astronomers on any planets in this galaxy group, they will have a ringside seat to seeing a flurry of starbirth unfolding over many millions of years to come. Eventually the ellipticals should merge too, creating one single super-galaxy many times larger than our Milky Way. This trio is part of a tight cluster of 16 galaxies, many of them being dwarf galaxies. The galaxy cluster is called the Hickson Compact Group 90 and lies about 100 million light-years away in the direction of the constellation Piscis Austrinus, the Southern Fish.

Hubble imaged these galaxies with the Advanced Camera for Surveys in May 2006.

The Hubble Space Telescope is a project of international cooperation between NASA and the European Space Agency (ESA) and is managed by NASA’s Goddard Space Flight Center (GSFC) in Greenbelt, Md. The Space Telescope Science Institute (STScI) conducts Hubble science operations. The institute is operated for NASA by the Association of Universities for Research in Astronomy, Inc., Washington, D.C.

STScI is an International Year of Astronomy 2009 (IYA 2009) program partner.

sumber:nasa

Ditulis dalam Astronomi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Asal Usul Meteorit Mulai Terkuak

Posted by enmicronlab pada Juli 19, 2008

Saat melakukan pengamatan dengan teleskop GEMINI, 2 astronom asal Brazil dan Amerika berhasil menemukan asteroid yang mirip dengan “ordinary chondrite” (chondrite umum) untuk pertama kalinya. Maksutnya meteor tersebut merupakan meteor yang umum ditemukan di Bumi, namun masih belum bisa diketahui asal usulnya karena berbagai proses geologi yang terjadi setelah asteroid tersebut terlontar dari tempat asalnya.

Hasil pengamatan T. Mothé-Diniz (Brazil) dan D. Nesvorný (USA) menunjukan spektrum asteroid yang mereka temukan memiliki kemiripan dengan chondrite umum, yang merupakan materi meteor yang mirip dengan komposisi Matahari. Dari seluruh meteor yang jatuh di Bumi, sebagian besar diperkirakan berasal dari sabuk asteroid yang berada di antara Mars dan Jupiter. Tampaknya mereka terlontar setelah terjadi tabrakan dan masuk ke dalam orbit yang baru, dan pada akhirnya jatuh ke Bumi.

Meteorit dalam perjalanan sejarah tata Surya memiliki peran penting, karena ia merupakan alat utama dalam memahami sejarah Tata Surya. Komposisi meteor merekam proses geologi di masa lalu yang terjadi saat mereka masih bersatu dengan induknya (tubuh utamanya). Maksut induk atau tubuh utama disini adalah ada sbeuah asteroid yang kemudian ketika terjadi tabrakan melontarkan sejumlah materi keluar dan materi yang terlontar inilah yang kita kenal sebagai meteorit. Masalahnya, astronom seringkali gagal untuk menemukan induk si meteorit yang umum ditemukan di Bumi sehingga tak bisa diketahui spesimen asal si meteorit pada sabuk asteroid. Chondrites umum merepresentasikan 75% dari seluruh meteorit yang berhasil ditemukan.

Untuk menemukan asal sumber si meteorit, astronom harus membandingkan spektrum spesimen meteorit dengan asteroid yang diamati. Ini sulit, karena setelah terlontar keluar, proses yang berlangsung di dalam meteorit dan di dalam asteroid yang jadi induknya sudah berbeda. Umumnya, permukaan sering mengalami perubahan akibat proses “cuaca angkasa”, yang berasal dari pergerakan mikrometeorit dan angin matahari. Kedua komponen ini secara progresif merubah spektrum permukaan asteroid, sehingga spektrumnya jadi berbeda dari meteorit yang yang terkait dengannya.

Tabrakan merupakan proses utama yang mempengaruhi asteroid. Akibat dari tabrakan yang besar, asteroid bisa pecah dan fragmen pecahannya akan mengikuti orbit si asteroid tadi. Pecahan-pecahan inilah yang dikenal juga sebagai keluarga asteroid. Sampai saat ini kebanyakan keluarga asteroid yang dikenal sudah sangat tua terbentuk sekitar 100 juta tahun lalu. keluarga yang baru lebih sulit dideteksi karena letak asteroid yang sangat berdekatan satu sama lainnya. Pada tahun 2006, 4 asteroid mua baru ditemukan dengan rentang usia antara 50000 – 600000 tahun. Fragmen ini seharusnya maish belum banyak dipengaruhi cuaca angkasa setelah terjadinya perpecahan akibat tabrakan.

Arkansas Center for Space and Planetary Sciences, University of Arkansas

Pengamatan yang dilakukan Mothé-Diniz dan Nesvorný pada keluarga asteroid muda tersebut dilakukan menggunakan teleskop Gemini (di Hawaii dan Chile) dan hasilnya kemudian dibandingkan dengan meteorit Fayeteville. hasilnya terdapat kemiripan pada chondritenya. Penemuan ini merupakan yang pertama kalinya dalam hal kecocokan antara hasil pengamatan dan hasil penemuan meteorit yang ada di Bumi. Dengan demikian titik cerah untuk mengetahui asal usul induk dari meteorit yang ditemukan di Bumi semakin membuka peluang untuk memahami lebih jauh lagi sejarah Tata Surya.

Sumber : A&A

Ditulis dalam Astronomi | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.